LITERASI KEAGAMAAN PADA TAKMIR MASJID DI KOTA AMBON

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Asani

Abstract

Penelitian lapangan (Field Riset) ini difokuskan pada pengkajian tentang Literasi Keagamaan pada Takmir Masjid di Kota Ambon, dengan pokok permasalahan: bagaimana Literasi Keagamaan pada Takmir Masjid di Kota Ambon? Tujuannya adalah untuk menganalisis literasi keagamaan pada masjid di Kota Ambon. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan peneliti sebagai instrumen kunci (key instrument). Dalam mengumpulkan data digunakan teknik trianggulasi  yang terdiri atas observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.


Hasil penelitian: Literasi Keagamaan pada Takmir Masjid di Kota Ambon, meliputi: Istilah literasi keagamaan kurang dipahami oleh sebagian besar takmir masjid di Kota Ambon.  Manajemen literasi keagamaan di masjid-masjid di Kota Ambon berjalan apa adanya/secara tradisional, kegiatan literasi keagamaannya antara lain berupa pengajian rutin, ada istilah daurah (salafi)  dan jaulah serta khuruj (jamaah tablig). Ada juga yayasan masjid yang membentuk lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Serta hampir semua masjid di kota Ambon tidak memiliki perpustakaan, kalaupun ada perpustakaan hanya ada lemari yang berisi Al-Qur’an dan buku-buku agama, misalnya buku-buku Iqra’, buku-buku khutbah jum’at, kunci ibadah dan lainnya. Penentuan narasumber/khatib pada setiap takmir masjid di kota Ambon umumnya mengundang/mendatangkan narasumber (khatib/penceramah) dari luar, baik untuk kegiatan rutin maupun untuk acara-acara insidental. Pola perekrutannya melalui rapat pengurus/takmir dan dewan penasihat masjid untuk meminta persetujuan. Dalam hal ini ada masjid yang terbuka, namun ada juga masjid yang tertutup., hanya mengundang/menerima penceramah/khatib yang se faham atau memiliki kecenderungan faham yang sama dengan mereka.  Materi literasi keagamaan takmir masjid lebih banyak pada literasi Al-Qur’an, hadis, ibadah, keimanan, dan ketakwaan, sedangkan isu-isu aktual seperti radikalisme dan ektrimisme dan apalagi persoalan khilafiyah jarang atau cenderung dihindari.


Rekomendasi penelitian: kegiatan literasi keagamaan pada takmir masjid di kota Ambon akan berlangsung dengan baik bila: 1. Kementerian Agama Prov. Maluku (khususnya Kemenag. Kota Ambon) melakukan pembinaan literasi keagamaan kepada pengurus/para jamaah masjid agar mereka tidak inklusif dan eksklusif serta radikal atau terpengaruh dengan faham-faham tersebut. 2. Balai Diklat Keagamaan Ambon harus memperbanyak kegiatan Diklat Pembina Kemasjidan  dan menambah materi khusus literasi keagamaan agar para peserta (takmir masjid) memiliki pemahaman yang komprehensif tentang literasi keagamaan pada masjid di kota Ambon.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Asani. (2020). LITERASI KEAGAMAAN PADA TAKMIR MASJID DI KOTA AMBON. JURNAL 12 WAIHERU, 6(1), 91-101. Retrieved from http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/12