http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/issue/feed JURNAL 12 WAIHERU 2020-06-30T01:45:42+00:00 Edoardus Johnson Ohoiledwarin edohaar@gmail.com Open Journal Systems <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;">JURNAL 12 WAIHERU adalah wahana pengembangan profesi, ilmu dan pengetahuan berdimensi pembaruan yang mengangkat tema pokok tentang kediklatan, pendidikan dan keagamaan.</p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;">Terbit 2 kali dalam setahun di bulan Juni dan Desember.</p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt;">Kategori pendidikan dengan Surat Keterangan Pusat Nasional ISSN Indonnesia dengan SK no. 0005.2477135X/JI.3.1/SK.ISSN/2015.11 - 9 November 2015 (mulai edisi Vol. 1, No. 2, Juli-Desember 2015</p> http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/2 PENGARUH SISTEM INFORMASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN AMBON 2020-06-29T23:00:49+00:00 Affan Leikawa affan@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <em>dan menjelaskan gambaran mengenai pengaruh Sistem Informasi dan Manajemen Pendidikan dan Pelatihan terhadap efektifitas organisasi di Balai Diklat Keagamaan Ambon</em><em>. Data yang berhasil dikumpulkan dalam penelitian ini dianalisis dengan </em><em>metode&nbsp; kuantitatif yang bersifat </em><em>Explanatory Survay</em><em> dengan teknik analisis statistik regresi berganda</em><em>. Teknik pengumpulan data digunakan melalui </em><em>dua cara utama yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling Jenuh yaitu selu</em><em>ruh</em><em> populasi dijadikan sampel sebanyak 65 orang.</em> <em>Hasil Penelitian membuktikan bahwa : 1) Sistem Informasi tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektifitas Organisasi di Balai Diklat Keagamaan Ambon. 2) Manajemen Pendidikan dan Pelatihan Berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas organisasi di Balai Diklat Keagamaan Ambon. 3) Secara simultan Sistem Informasi dan Manajemen Pendidikan dan Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas organisasi di Balai Diklat Keagamaan Ambon. </em><em>Hipotesis yang diajukan teruji keberlakuannya secara signifikan sebagai fakta ilmiah yang berkontribusi bagi</em><em> pengembangan Sistem Informasi dan Manajemen Pendidikan dan Pelatihan </em><em>di </em><em>Balai Diklat Keagamaan Ambon</em><em>. </em><em>Hasil penelitian berimplikasi bagi masalah </em><em>pencapaian efektivitas organisasi di Balai Diklat Keagamaan Ambon.</em></p> 2020-06-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/7 PERSEPSI WIDYAISWARA DALAM MENULIS ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN (Studi Di Balai Diklat Keagamaan Ambon) 2020-06-30T00:46:06+00:00 Yasri yasri03041969@gmail.com <p>Penulisan artikel ini bertujuan untuk &nbsp;mengungkap persepsi Widyaiswara dalam menuliskan komponen artikel imiah hasil penelitian. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dengan sasaran penelitian adalah Widyaisawara Balai Diklat Keagamaan Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survie dan menggunakan angket skala Likert dengan system online menggunakan google form dan metode dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Ambon dalam menuliskan unsur-unsur artikel ilmiah hasil penelitian telah mempunyai persepsi dengan baik dan menganggap penulisan tiap aspek dalam sebuah artikel sangat penting.&nbsp; Hasil penelitian ini menyatakan bahwa rata-rata Widyaiswara sudah mampu dengan&nbsp; baik dan menyatakan penting dalam merumuskan temuan penelitian dalam abstrak, menggunakan teori minimal 10 sumber dan menggunakan kemutahiran teori dalam kajian teori, menyajikan hasil temuan, menyajikan pembahasan, menyajikan uraian/analisis dan mengakitkan dengan teori. Bahkan menyatakan sangat penting penting dalam merumuskan tujuan penelitian, merumuskan metode penelitian, merumuskn hasil penelitian, dan merumuskan kata kunci dalam abstrak, merumuskan latar belakang masalah, perumusan masalah dan menuliskan tujuan penulisan dalam pendahuluan, dan merumuskan&nbsp; simpulan serta merumuskan rekomendasi/saran dalam penutup.</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/6 STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUBSTANTIF WIDYAISWARA DALAM MELAKSANAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PADA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN AMBON 2020-06-30T00:41:30+00:00 La Djuma lajuma@gmail.com <p>Tulisan ini mengakaji tentang Strategi Pengembangan Kompetensi Substantif Widyaiswara Dalam Melaksanakan Pendidikan Dan Pelatihan Pada Balai Diklat Keagamaan Ambon. Tujuannya adalah ingin mengetahui strategi apa yang digunakan untuk pengembangan kompetensi substantif widyaiswara dalam melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Balai Diklat Keagamaan Ambon. Pengumpulan data melalui metode wawancara terhadap 15 subjek penelitian. Hasil analisis memunculkan 5 hal pokok . 1. Strategi Pengembangan Kompetensi, dilatar belakangi oleh tiga (3) indikator. Indikator yang pertama adalah latar belakang pendidikan, indikator kedua adalah TOT yang dilaksanakan oleh Pusdiklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan maupun Pusdiklat Administrasi Jakarta, dan indikator yang ketiga adalah pengalaman. Hal ini penting karena berkaitan dengan kompetensi substantif. 2. Pelaksanaan Pembelajaran. Untuk kesiapan mengajar widyaiswara teknis dirapatkan diruang koordinatoriat, sedangkan untuk kesiapan mengajar widyaiswra administrasi dilakukan diruangan Kasi Admnistrasi. 3. Materi Yang Tidak Sesuai Spesialisasi. Ada widyaiswara yang menolak tetapi ada juga yag menerima, dengan membuat persiapan yang matang serta melakukan diskusi sesame widyaiswara. 4.Cara Mengembangkan Spesialisasi. Pertama belajar mandiri baik melalui internet maupun yang lain. Kedua melaui koordinatoriat dengan mendatangkan narasumber. 5. Strategi Pimpinan Dalam Mengembangkan Kompetensi Substantif&nbsp; Widyaiswara. Masih kurang kegiatan pengembangan widyaiswara,</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/8 PENERAPAN LEARNING ORGANIZATION DALAM MENINGKATKAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PADA BDK AMBON 2020-06-30T00:56:55+00:00 Hasnawati hasnawati@gmail.com <p>Learning Organization&nbsp;merupakan organisasi yang memiliki keahlian dalam menciptakan, memperoleh, menginterpretasi, mentransfer, dan mempertahankan pengetahuan, dan secara sengaja mengubah perilakunya sebagai bentuk refleksi atas pengetahuan baru dan&nbsp;insight(pemahaman) yang diperoleh.Perubahan adalah transformasi dari keadaan sekarang menuju keadaan yang lebih baik dengan tujuan perbaikan atau peningkatan kinerja organisasi Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui karakteristik organisasi pembelajaran dan upaya dalam meningkatkan kinerja Sumber Daya manusia . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research ( kajian pustaka).&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organisasi Pembelajar&nbsp; memberikan kesempatan dan mendorong setiap individu yang ada dalam lembaga oragnisasi&nbsp;&nbsp; untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya, dan lembaga&nbsp; tersebut merupakan organisasi yang siap menghadapi perubahan dengan mengelola perubahan itu sendiri (managing change). Organisasi yang bertransformasi perlu mengimplementasikan learning organization yang dapat memberikan kekuatan fleksibilitas bagi organisasi untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Pengembangan sumber daya manusia (human resources development) adalah proses untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam membantu tercapainya tujuan organisasi. Kemampuan sumberdaya manusia dalam perusahaan dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pelatihan. Diklat memiliki peranan yang besar dalam meningkatkan mutu pendidikan dalam Pengembangan SDM yang unggulan. Pendidikan dan pelatihan merupakan penciptaan suatu lingkungan dimana para pegawai dapat memperoleh atau mempelajari sikap, kemampuan, keahlian, pengetahuan dan perilaku yang spesifik yang berkaitan dengan pekerjaan</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/9 ANALISIS HASIL PELAYANAN PUBLIK BDK AMBON TAHUN 2019 2020-06-30T01:01:12+00:00 Edoardus J. Ohoiledwarin edohaar@gmail.com <p>Tulisan ini diangkat dari hasil survey terhadap pelayanan public Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon tahun 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan alumni diklat terhadap kinerja unit pelayanan publik pada Balai Diklat Keagamaan (BDK) Ambon dan untuk mendapatkan informasi tentang indeks layanan kediklatan dari pengguna layanan di BDK Ambon sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas layanan secara berkesinambungan. Metode penelitian yang dipakai adalah metode survey. Responden pada Survei ini adalah alumni diklat yang telah menerima pelayanan/alumni diklat BDK Ambon Tahun 2019 dan dipilih berdasarkan teknik&nbsp;<em> random sampling.&nbsp;</em>Secara teknis penyampaian kuesioner dilakukan dengan menggunakan <em>google form</em>. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa seluruh unsur pelayanan publik BDK Ambon dalam kategori “SANGAT BAIK”, dengan nilai Indeks Layanan Kediklatan BDK Ambon sebesar 97,08 yang berada pada interval (81%-100%). Hal ini menunjukkan bahwa secara mutu aspek-aspek pelayanan publik BDK Ambon dalam kategori “SANGAT BAIK” oleh karena itu perlu untuk dipertahankan dan terus ditingkatkan dengan&nbsp; mencari metode pelayanan yang paling efektif dan efesien sehingga pelayanan terhadap peserta diklat lebih baik lagi.</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/10 KUALITAS LAYANAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEPUASAN PESERTA DIKLAT 2020-06-30T01:05:41+00:00 Warda Tuny wardatuny@gmail.com <p>Untuk mengetahui seberapa baik kinerja sebuah organisasi maka dapat dilihat melalui indikator kinerjanya. Salah satu indikator pengukuran kinerja organisasi penyedia jasa adalah tingkat kepuasan pengguna jasa. Karena kepuasan pengguna jasa/pelanggan mencakup perbedaan antara harapan pelanggan dan kinerja atau hasil yang dirasakan setelah memakai/mengkonsumsi sebuah produk/jasa, olehnya itu maka kepuasan pelanggan dalam pelayanan penyelenggaraan diklat merupakan respon peserta diklat terhadap penilaian atas jasa pelayanan yang diterimanya. Rasa puas atau tidak puas akan muncul ketika peserta diklat mengevaluasi pelayanan setelah merasakan pelayanan tersebut apakah sesuai harapan atau tidak. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan yang diberikan dan implikasinya terhadap kepuasan peserta diklat sedangkan metode yang digunakan adalah library research. Sangatlah penting bagi setiap lembaga penyelenggara diklat sebagai&nbsp; organisasi penyedia jasa memperhatikan kualitas layanan yang diberikan dengan memperhatikan kebutuhan peserta diklat agar tercipta kepuasan dari peserta diklat. Untuk menjaga kualitas layanan jasa diperlukan beberapa upaya, khususnya dalam menjaga layanan jasa dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang bersifat people - based service yang dapat diaplikasikan dalam penyelenggaraan pendidikan antara lain, melakukan investasi dalam proses rekruitmen, seleksi, pemotivasian, pelatihan dan pengembangan pegawai lembaga diklat, melakukan analisis kebutuhan diklat kepada satuan kerja di wilayah kerja lembaga diklat, pembaruan fasilitas/sarana prasarana diklat, melakukan standarisasi proses pelaksanaan jasa (service performance process standardization), melakukan monitoring dan evaluasi pasca diklat, kepuasan pelanggan, baik secara pasif, maupun dengan penelitian dan survey ke lapangan.</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/11 PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MADRASAH KECAMATAN KOTA MASOHI KABUPATEN MALUKU TENGAH MELALUI MENULIS 2020-06-30T01:10:18+00:00 Harman herman@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peningkatan profesionalisme guru madrasah melalui menulis serta factor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, sedangkan teknis analisis menggunakan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan profesionalisme guru melalui menulis di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madarasah Aliyah di Kecamatan Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah masih sangat kurang dan perlu mendapatkan pelatihan dan bimbingan secara serius sehingga hak-hak mereka untuk naik pangkat/golongan bisa terlaksana. Guru merupkan pekerja profesional yang apabila rajin menulis, maka pengetahuannya akan meningkat&nbsp; serta profesionalismenya pun turut meningkat sebab sebelum menulis ia harus membaca berbagai buku reverensi dan berbagai karya tulis orang lain berupa makalah, jurnal, hasil penelitian yang semuanya merupkan sumber ilmu pengetahuan.</p> <p>Beberapa kendala atau factor penghambat dialami oleh guru dalam menulis&nbsp; yakni&nbsp; (a) kurangnya pengetahuan tentang menulis, (b) tidak memiliki&nbsp; waktu luang&nbsp; yang cukup serta kurangnya buku referensi.&nbsp; Sedangkan hal-hal yang mendukung atau Faktor pendukung&nbsp; peningkatan kemampuan guru dalam menulis adalah (a) melanjutkan pendidikan, (b) keikutsertaan dalam kegiatan pendidikan dan latihan (diklat) dan (c)&nbsp; mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) bagi guru Madrasah Ibtidaiyah dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) bagi guru Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/12 LITERASI KEAGAMAAN PADA TAKMIR MASJID DI KOTA AMBON 2020-06-30T01:15:09+00:00 Asani asani@gmail.com <p>Penelitian lapangan (Field Riset) ini difokuskan pada pengkajian tentang <em>Literasi Keagamaan pada Takmir Masjid di Kota Ambon, </em>dengan pokok permasalahan: bagaimana <em>Literasi Keagamaan pada Takmir Masjid di Kota Ambon</em>? Tujuannya adalah untuk menganalisis literasi keagamaan pada masjid di Kota Ambon. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan peneliti sebagai instrumen kunci <em>(key instrument)</em>. Dalam mengumpulkan data digunakan teknik <em>trianggulasi </em>&nbsp;yang terdiri atas observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui <em>reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan</em>.</p> <p>Hasil penelitian: <em>Literasi Keagamaan pada Takmir Masjid di Kota Ambon</em>, meliputi: Istilah literasi keagamaan kurang dipahami oleh sebagian besar takmir masjid di Kota Ambon.&nbsp; Manajemen literasi keagamaan di masjid-masjid di Kota Ambon berjalan apa adanya/secara tradisional, kegiatan literasi keagamaannya antara lain berupa pengajian rutin, ada istilah <em>daurah</em> (salafi)&nbsp; dan <em>jaulah</em> serta <em>khuruj</em> (jamaah tablig). Ada juga yayasan masjid yang membentuk lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Serta hampir semua masjid di kota Ambon tidak memiliki perpustakaan, kalaupun ada perpustakaan hanya ada lemari yang berisi Al-Qur’an dan buku-buku agama, misalnya buku-buku Iqra’, buku-buku khutbah jum’at, kunci ibadah dan lainnya. Penentuan narasumber/khatib pada setiap takmir masjid di kota Ambon umumnya mengundang/mendatangkan narasumber (khatib/penceramah) dari luar, baik untuk kegiatan rutin maupun untuk acara-acara insidental. Pola perekrutannya melalui rapat pengurus/takmir dan dewan penasihat masjid untuk meminta persetujuan. Dalam hal ini ada masjid yang terbuka, namun ada juga masjid yang tertutup., hanya mengundang/menerima penceramah/khatib yang se faham atau memiliki kecenderungan faham yang sama dengan mereka.&nbsp; Materi literasi keagamaan takmir masjid lebih banyak pada literasi Al-Qur’an, hadis, ibadah, keimanan, dan ketakwaan, sedangkan isu-isu aktual seperti radikalisme dan ektrimisme dan apalagi persoalan khilafiyah jarang atau cenderung dihindari.</p> <p>Rekomendasi penelitian: kegiatan literasi keagamaan pada takmir masjid di kota Ambon akan berlangsung dengan baik bila: 1. Kementerian Agama Prov. Maluku (khususnya Kemenag. Kota Ambon) melakukan pembinaan literasi keagamaan kepada pengurus/para jamaah masjid agar mereka tidak inklusif dan eksklusif serta radikal atau terpengaruh dengan faham-faham tersebut. 2. Balai Diklat Keagamaan Ambon harus memperbanyak kegiatan Diklat Pembina Kemasjidan&nbsp; dan menambah materi khusus literasi keagamaan agar para peserta (takmir masjid) memiliki pemahaman yang komprehensif tentang literasi keagamaan pada masjid di kota Ambon.</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 http://ejurnal12waiheru.org/index.php/ejurnal12waiheru/article/view/13 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGAMA KOTA AMBON 2020-06-30T01:19:24+00:00 Ali Litiloly alilitiloly@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat model penguatan moderasi beragama di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Ambon serta faktor-faktor yang mempengaruhi proses penguatan tersebut. Penelitian ini merupkan penelitian kualitatif sedangkan teknis analisis menggunakan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan&nbsp; bahwa Implementasi kebijakan penguatan moderasi beragama telah dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Ambon dengan melibatkan unit keja dibawahnya, kegiatan penguatan menggunakan empat model yang dalam prosesnya dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai pendukung maupun penghambat. Kesimpulan dari penelitian ini yakni&nbsp; penguatan moderasi beragama&nbsp; dilakukan melalui <em>pertama</em> dialog pada forum lintas Agama, <em>kedua</em> sosialisasi kepada masyaraat melalui paket materi khutbah atau dakwah/misi, <em>ketiga</em> sosialisasi pada kepala madrasah dan guru madrasah, serta <em>keempat</em> pembinaan pegawai saat apel pagi setiap awal bulan. Penguatan moderasi beragama dipengaruhi juga oleh faktor pendukung seperti kordinasi, kepemimpinan dan birokrasi serta dukungan masyarakat. Kemudian&nbsp; faktor penghambat yakni&nbsp; kurangnya pengetahuan tentang moderasi beragama dan kurangnya anggaran kegiatan.</p> 2020-06-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020